Plafon Berjamur dan Menghitam? Jangan Dibiarkan, Ini Cara Tuntas Mengatasinya!
Pernahkah Anda sedang bersantai, lalu menyadari ada bercak hitam atau kecokelatan di plafon? Selain merusak pemandangan dan membuat ruangan terasa apek, jamur di plafon tidak boleh dianggap remeh. Jamur dapat melepaskan spora ke udara yang memicu alergi hingga gangguan pernapasan.
Sebelum Anda memutuskan untuk mengganti seluruh plafon, simak panduan lengkap untuk membasmi jamur hingga tuntas berikut ini.
Mengapa Plafon Bisa Berjamur?
Jamur membutuhkan kelembapan untuk tumbuh. Biasanya, ada dua penyebab utama:
- Kebocoran Atap: Air hujan yang merembes dari atap membuat material plafon (terutama gypsum) menjadi lembap. Ini adalah media tumbuh ideal bagi jamur.
- Sirkulasi Udara Buruk: Ruangan yang terlalu tertutup, seperti kamar mandi tanpa exhaust fan atau kamar tidur yang pengap, membuat uap air terjebak dan menempel di plafon.
Langkah-Langkah Membasmi Jamur di Plafon
Jangan langsung dicat ulang! Menutup jamur dengan cat tanpa membersihkannya hanya akan membuat noda muncul kembali dalam hitungan minggu. Ikuti langkah benar ini:
- Perbaiki Sumber Kebocoran
Ini adalah langkah paling krusial. Memperbaiki plafon tanpa memperbaiki atap yang bocor adalah sia-sia. Cek genteng yang geser atau talang air yang tersumbat. Pastikan plafon sudah benar-benar kering sebelum memulai perbaikan.
- Bersihkan Jamur dengan Cairan Disinfektan
Gunakan campuran air dan pemutih pakaian (rasio 1:3) atau cairan anti-jamur khusus. Semprotkan ke area yang berjamur, diamkan sebentar, lalu lap sampai bersih.
Tips: Gunakan masker dan sarung tangan agar spora jamur tidak terhirup atau mengenai kulit.
- Amplas Permukaan
Setelah bersih dan kering, amplas permukaan plafon untuk menghilangkan sisa-sisa jamur yang masuk ke pori-pori material. Jika plafon sudah terlihat rapuh, melengkung, atau hancur karena air, sebaiknya bagian tersebut dipotong dan diganti dengan lembaran baru.
- Gunakan Cat Dasar (Primer) Anti-Lembap
Sebelum pengecatan akhir, aplikasikan cat dasar (sealer) yang memiliki fitur anti-alkali dan anti-jamur. Ini berfungsi sebagai pelindung agar noda hitam tidak “tembus” ke lapisan cat baru.
- Tingkatkan Ventilasi
Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pasang jendela atau exhaust fan untuk membuang udara lembap ke luar rumah agar jamur tidak kembali lagi.
Kenapa Bisa Muncul “Garis Rambut” di Tembok?
Ada beberapa alasan kenapa dinding rumahmu jadi nggak mulus lagi:
- Haus dan Terlalu Cepat Kering: Kalau plester dinding mengering terlalu cepat (karena panas matahari yang ekstrem), bagian luarnya akan mengeras duluan sementara dalamnya masih basah. Efeknya? Timbul tegangan yang bikin permukaan retak.
- Ramuan Semen yang Nggak Pas: Campuran semen dan pasir yang asal-asalan—misalnya terlalu banyak air—bisa menurunkan kekuatan plesteran hingga 32%.
- Rumah Lagi “Cari Posisi”: Bangunan baru biasanya mengalami proses settling atau penyesuaian pondasi. Gerakan kecil ini sering kali memicu retakan halus di permukaan.
- Cuaca yang Plin-plan: Perubahan suhu panas dan dingin yang drastis bikin tembok memuai dan menyusut secara paksa.
Mencegah Jamur Datang Kembali
Agar tidak perlu bekerja dua kali, lakukan pencegahan sederhana ini:
- Cek Atap Berkala: Terutama sebelum memasuki musim hujan.
- Pilih Material Tepat: Untuk area lembap seperti kamar mandi, gunakan plafon PVC atau gypsum khusus water resistant.
- Gunakan Cat Berkualitas: Pilih cat plafon yang mengandung fungisida (anti-jamur) yang kuat.
Jika kerusakan plafon sudah terlalu luas atau sumber bocor sulit ditemukan, jangan ragu untuk memanggil tukang profesional agar perbaikan lebih permanen dan aman. Plafon yang bersih adalah kunci rumah yang sehat!